Jakarta (KABARIN) - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan bahwa target utama yang sedang dibangun bersama skuad Garuda adalah lolos ke Piala Dunia 2030.
Dalam konferensi pers usai laga FIFA Series melawan Saint Kitts dan Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, Herdman menyampaikan bahwa ambisi tersebut menjadi alasan utama tim bekerja setiap hari.
“Anda menyebutkan kualifikasi Piala Dunia. Itulah misinya. Tujuan kami adalah… Kami memiliki 280 juta alasan mengapa kami bangun setiap hari untuk melakukan apa yang kami kerjakan,” ujar Herdman.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh pemain dan staf memiliki tujuan yang sama, yakni membawa Indonesia menjadi tim putra pertama yang mampu lolos ke Piala Dunia dan memberikan kebanggaan bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, kemenangan besar seperti hasil 4-0 bukan tujuan akhir, melainkan bagian kecil dari proses panjang yang sedang dibangun.
“Ini langkah kecil. Kami menetapkan mentalitas. Ketika kami menargetkan menang 4-0 dengan clean sheet, kami menyelesaikannya. Bukan 3-0 atau 2-0, tapi kami berkomitmen untuk mencapai target,” katanya.
Herdman juga mengingatkan bahwa perjalanan menuju Piala Dunia tidak akan selalu mulus. Ia meminta dukungan penuh dari publik karena akan ada naik turun dalam prosesnya.
“Maka saya berharap para penggemar dapat bersama kami karena akan ada pasang-surut. Saya mempelajarinya di (timnas) Kanada dalam rentang waktu lebih dari lima tahun. Ini tidak pernah menjadi garis lurus,” ujarnya.
Ia bahkan optimistis dalam beberapa tahun ke depan Indonesia bisa mencapai target tersebut, meski tetap menekankan pentingnya proses dan kerja keras.
“Anda harus menderita, Anda harus menikmatinya, bersama-sama, namun saya jamin kepada Anda, dalam rentang waktu empat tahun kami akan berada di sana. Kami akan lolos dengan tim ini,” kata Herdman.
Pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, langkah Indonesia terhenti di putaran keempat setelah kalah dari Irak dan Arab Saudi. Meski begitu, pencapaian tersebut tetap dianggap bersejarah karena sebelumnya Indonesia kerap tersingkir di fase awal kualifikasi.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026